Curah hujan yang sangat tinggi pada bulan November dan Desember 2025 di Pulau Sumatera mengakibatkan banjir dan lonsor di beberapa wilayah. Nagari Sungai Batang merupakan salah satu desa terparah mengalaimi bencana berupa longsor. Banjir membawa material batu, lumpur dan kayu ke lahan pertanian. Masyarakat sangat berharap bantuan penanaman kembali lahan mereka yang hancur dengan bibit pohon yang memiliki nilai ekonomi dan mudah tumbuh dilokasi bencana. Sesuai permintaan masyarakat tujuan pengabdian masyarakat menanam kembali lahan masyarakat dengan tanaman durian, alpukat dan matoa. Kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan 50 orang mahasiswa, melalui program mahasiswa berdampak tahun 2026. Metode pengabdian mulai dari persiapan, pelatihan penanaman, penanaman, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan penenaman bibit pohon pada lokasi bencana melebihi target yang direncanakan. Jumlah bibit yang dibawa untuk mitra target sebanyak 300 batang, sedangkan bibit yang dibawa melebihi target yaitu sebanyak 600 batang (200%). Jumlah bibit yang ditanam rencana 150 batang, realisasi jumlah bibit yang di tanam mencapai 200 batang (133%). Sisa bibit dibawa mitra ke lahan-lahan perkebunan yang letaknya cukup jauh dan sangat berisiko untuk ditanam langsung oleh mahasiswa karena masih dalam zona larangan pasca bencana
Copyrights © 2026