Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan degradasi akhlak remaja akibat penggunaan media sosial, serta mengkaji bagaimana mekanisme perubahan perilaku mereka melalui teori Bandura. Selain itu, penelitian ini juga akan menguraikan proses pembentukan perilaku negatif yang terjadi melalui konsep modeling, di mana remaja meniru perilaku yang sering mereka lihat di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) untuk mengkaji bagaimana konten di media sosial dapat memengaruhi akhlak remaja. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap berbagai video serta dokumentasi berupa interaksi pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang signifikan dalam mendorong degradasi akhlak remaja. Melalui paparan konten negatif seperti gaya hidup hedonis, bahasa gaul yang tidak sopan, standarisasi sosial, hingga idolatisasi selebriti, remaja secara perlahan mengadopsi pola pikir dan perilaku yang menyimpang dari nilai moral yang seharusnya. Melalui Proses modeling remaja mudah meniru perilaku yang mereka lihat di media sosial, terlebih jika perilaku tersebut mendapatkan penguatan positif seperti pujian, perhatian, dan popularitas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi digital dan pengawasan yang lebih baik agar remaja dapat memfilter apa yang mereka konsumsi di medial sosial agar dapat menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan tetap berpegang pada nilai moral yang baik.
Copyrights © 2026