Penyutradaraan lakon Nafsu di Bawah Pohon Elm, karya Eugene O’Neill, saduran Edy Suisno merupakan perancangan kreatifitas sutradara untuk memproyeksikan lakon menjadi kenyataan pentas dalam sebuah pertunjukan teater yang bergaya realisme naturalis. Perancangan penyutradaraan diawali dengan analisa lakon Nafsu Di Bawah Pohon Elm yang meliputi analisa terhadap struktur dan tekstur lakon.Analisa struktur lakon meliputi telaah terhadap tema, alur, penokohan danlatar lakon. Sedangkan yang menjadi bagian dari tekstur lakon adalah dialog, suasana dan spektakel. Hasil dari telaah dan analisa lakon tersebut dijadikan pedoman terhadap pembuatan desain pementasan yang bertumpu pada perwujudan pemanggungan yang realistik. Pendekatan realistik dipilih sebagai wujud tafsiran pencipta (sutradara) terhadap keberadaan lakon Nafsu Di Bawah Pohon Elm yang merupakan lakon realisme. Gaya realisme adalah mewujudkan pementasan dengan menghadirkan akting dan tata artistik yang menyerupai kenyataan dan mampu melahirkan ilusi realitas. Penyutradaraan ini berisi varian realisme yang dipilih adalah realisme naturalis. Realisme naturalis adalah mewujudkan atau menyajikan tata panggung yang memperlihatkan detail suasana dan detail aktor dengan menghadirkan tata artistik yang natural. Realisme naturalis membawa penonton masuk ke dalam alur cerita dan merasakan bahwa peristiwa yang terjadi di panggung adalah kenyataan.
Copyrights © 2025