This paper discusses the correlation between accessibility and health service provision during the colonial period, focusing on the case of Zendingsziekenhuis Petronella. The study was conducted using spatial archeology analysis and accessibility dimensions based on ‘the concept of access’ by Penchansky & Thomas (1981). The analysis results show that Zendingsziekenhuis Petronella was built in Gondokusuman, located outside the center of Yogyakarta. However, this location was integrated from the early stages with a road and railway network connecting the hospital to the city center and other settlements in the Yogyakarta region and beyond. Thus, this study provides an understanding of the considerations of accessibility in the establishment of hospitals, which can be useful in the development of current health facilities. === Tulisan ini membahas korelasi antara dimensi aksesibilitas dan pemberian layanan kesehatan selama masa kolonial dengan fokus pada kasus Zendingsziekenhuis Petronella. Penelitian dilakukan dengan metode analisis arkeologi spasial dan dimensi aksesibilitas berdasarkan konsep ‘access’ oleh Penchansky & Thomas (1981). Hasil analisis menunjukkan bahwa Zendingsziekenhuis Petronella dibangun di Gondokusuman yang terletak di luar pusat kota Yogyakarta. Meski demikian, lokasi ini sejak awal telah terintegrasi dengan jaringan jalan dan jalur kereta api yang menghubungkan rumah sakit dengan pusat kota dan permukiman lain di wilayah Yogyakarta maupun di luar Yogyakarta. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan pemahaman mengenai pertimbangan aspek aksesibilitas dalam pendirian rumah sakit yang dapat berguna dalam pembangunan fasilitas kesehatan saat ini.
Copyrights © 2025