Pengembangan material komposit berbasis poliuretan (PU) terus dilakukan untuk meningkatkan performa mekanik dan ketahanan terhadap lingkungan, khususnya terhadap penetrasi air. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah penambahan filler, namun variasi jenis dan fraksi filler dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis dan fraksi filler terhadap sifat mekanik dan fisis komposit poliuretan, meliputi kuat tekan, densitas, dan daya serap air. Spesimen yang diuji terdiri dari poliuretan murni serta komposit poliuretan dengan filler tipe ampas tebu, sekam padi, dan gabungan kedua filler pada beberapa fraksi. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa poliuretan murni memiliki nilai tertinggi sebesar 1,14 MPa, sedangkan penambahan filler pada fraksi tinggi menyebabkan penurunan kuat tekan, dengan nilai terendah sebesar 0,39 MPa pada komposit A15. Di antara komposit, filler tipe H pada fraksi 5% menunjukkan performa mekanik terbaik dengan kuat tekan mencapai 1,02 MPa. Hasil uji densitas menunjukkan bahwa densitas material meningkat seiring bertambahnya fraksi filler, dari 65,35 g/cm³ pada PU murni hingga 150,19 g/cm³ pada komposit H15. Sementara itu, hasil uji daya serap air menunjukkan peningkatan signifikan seiring bertambahnya waktu perendaman dan fraksi filler, dengan nilai tertinggi mencapai lebih dari 500% pada komposit A15, sedangkan PU murni menunjukkan daya serap terendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis dan fraksi filler sangat memengaruhi sifat mekanik dan fisis komposit poliuretan. Filler tipe H pada fraksi rendah hingga menengah memberikan keseimbangan optimal antara kekuatan mekanik, kerapatan struktur, dan ketahanan terhadap penyerapan air Kata Kunci: Komposit, Poliuretan, Filler, Uji Tekan, Uji Fisis
Copyrights © 2026