Perjuangan dalam menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di berbagai daerah telah banyak dilakukan terutama di Sulawesi Selatan. Seperti pada tahun 1903 pemerintah Hindia Belanda melakukan ekspedisi militer untuk memaksa dan menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan dengan korte verklaring. Salah satunya kerajaan Sawitto. Kerajaan Sawitto tentu tidak bersedia menyerahkan kekuasaannya sehingga La Tamma sebagai Addattuang pada saat itu memanggil La Sinrang dan menjadikannya panglima kerajaan Sawitto. Hal inilah yang menjadi pokok persoalan kajian ini yaitu latar belakang La Sinrang yang melakukan perlawanan terhadap ekspedisi militer Belanda. Kajian ini bukan hanya bertujuan mengungkap dan menjelaskan dinamika perlawanan La Sinrang namun juga perkembangan karakter pada La Sinrang yang dapat diteladani. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang mana penulis mengumpulkan data untuk menarik satu kesimpulan dari kejadian masa lalu. Perjuangan La Sinrang menentang kolonialisme Belanda mempunyai makna dan nilai budaya yang sangat tinggi, dimana tumbuhnya kepribadian suatu sikap keberanian yang dimiliki La sinrang sehingga diberi julukan oleh masyarakat dengan “Bakka Lolona Sawitto”. Di antara sekian banyak tokoh pejuang di abad XX, utamanya sebelum kemerdekaan, hampir dapat dikatakan tidak ada seorang tokoh pun yang menghabiskan waktunya untuk melawan kewenangan yang dilakukan oleh Belanda.
Copyrights © 2025