Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dibangunnya Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng, mengetahui proses pembentukan Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng (1928-2020), dan mengetahui dampak keberadaan Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng terhadap jemaat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Dalam metode penelitian sejarah, ada empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, setelah lebih dari 90 tahun, Gereja yang awalnya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Kristen orang Toraja dengan menggunakan rumah panggung sederhana, sekarang berubah menjadi gedung Gereja megah yang menjadi salah satu ikon Toraja di Kota Makassar. Rumah panggung berfungsi sebagai dua fungsi, sebagai tempat beribadah dan tempat bersekutu bagi mereka yang sudah beragama Kristen, dan sebagai tempat penginapan bagi mereka yang baru datang dari kampung.
Copyrights © 2025