Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan Lolai, Negeri di Atas Awan sebagai objek wisata di Toraja Utara antara tahun 2015–2023 serta dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sampel penelitian mencakup pedagang, pengelola wisata, dan aparat pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lolai mulai berkembang sebagai objek wisata sejak 2015, yang dipicu oleh upacara adat Ma’Bua, fenomena alam lautan awan yang unik, dan promosi melalui media sosial. Masyarakat setempat aktif dalam mengelola kawasan ini agar tetap menarik bagi wisatawan. Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, infrastruktur di kawasan tersebut berkembang pesat, termasuk pembangunan vila, hotel, dan fasilitas umum lainnya, meskipun masih ada tantangan seperti akses jalan yang terbatas. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan sangat signifikan, banyak warga yang beralih profesi dari sektor pertanian ke sektor pariwisata, seperti pengelola perumahan dan pedagang, yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Lolai sebagai destinasi wisata memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan, namun diperlukan pengelolaan yang lebih baik, penguatan regulasi pariwisata, serta perbaikan infrastruktur agar manfaat pariwisata dapat dinikmati secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025