Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan kausal antara pengalaman kerja, beban kerja, dan kemampuan komunikasi terhadap kualitas pelaporan hasil pemeriksaan, serta mengevaluasi peran profesionalisme sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian merupakan seluruh pemeriksa pada BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat dan metode sampling yang digunakan adalah sensus terhadap 120 orang responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan pengalaman kerja, beban kerja, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelaporan hasil pemeriksaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa job demands yang tinggi tidak selalu menurunkan kualitas pelaporan hasil pemeriksaan jika tersedia job resources serta kontrol kualitas yang memadai dalam mencegah tekanan yang berlebih. Selanjutnya, hasil uji mediasi menunjukkan profesionalisme tidak mampu memediasi pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas pelaporan hasil pemeriksaan, namun dapat memediasi pengaruh beban kerja dan kemampuan komunikasi terhadap kualitas pelaporan hasil pemeriksaan secara signifikan. Temuan penelitian ini mengindikasikan pengalaman kerja meningkatan kualitas pelaporan hasil pemeriksaan bekerja secara langsung, sementara beban kerja dan kemampuan komunikasi meningkatkan kualitas pelaporan hasil pemeriksaan melalui pembentukan profesionalisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja tidak secara langsung terinternalisasi sebagai perilaku profesional, sehingga dapat memberikan kontribusi teoritis dengan menegaskan profesionalisme sebagai variabel mediasi yang selektif dalam hubungan tersebut. Temuan ini memperkaya literatur akuntansi sektor publik, khususnya dalam konteks lembaga pemeriksa eksternal pemerintah.
Copyrights © 2026