Latar belakang: Neuroma akustik (vestibular schwannoma) adalah tumor jinak yang berkembang pada sudut cerebellopontin (CPA) dari sel schwann, sering menyebabkan gangguan pendengaran, tinitus, dan vertigo. Tumor ini dapat menekan batang otak dan saraf kranial, mengakibatkan gangguan neurologis. Penanganan melibatkan observasi, pembedahan, atau radioterapi. Tujuan: Penulisan ini bertujuan melaporkan kasus neuroma akustik dengan gejala pendengaran progresif, vertigo, dan tinitus, serta menilai terapi yang diberikan, termasuk penggunaan MRI sebagai alat diagnostik utama. Laporan Kasus: Seorang wanita 42 tahun mengeluh gangguan pendengaran progresif di telinga kiri selama enam bulan, disertai pusing berputar dan tinitus. Pemeriksaan MRI menunjukkan massa padat di CPA kiri yang dicurigai sebagai neuroma akustik. Audiometri dan ABR mengonfirmasi gangguan pendengaran sensorineural berat di telinga kiri. Pasien diberi pengobatan dengan betahistine dan obat-obatan pendukung. Meskipun pendengaran menurun, terapi efektif mengontrol gejala vertigo dan tinitus. Telaah Pustaka: Berdasarkan literatur, diagnosis neuroma akustik umumnya menggunakan MRI dengan gadolinium sebagai standar emas, sementara audiometri membantu menilai fungsi pendengaran. Literatur menunjukkan bahwa pengobatan konservatif lebih disarankan pada neuroma kecil, sedangkan tumor yang lebih besar memerlukan tindakan pembedahan atau radioterapi. Hasil: Neuroma akustik dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat. Pengobatan yang tepat dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Pemantauan berkala dengan MRI penting untuk mengawasi perkembangan tumor. Kesimpulan: Neuroma akustik memerlukan diagnosis dini dan penanganan yang cermat untuk mencegah komplikasi serius. MRI dan audiometri adalah kunci dalam diagnosis dan pemantauan.
Copyrights © 2026