Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) terhadap nilai perusahaan, yang diproksikan oleh Rasio Harga terhadap Nilai Buku (PBV), pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2022–2024. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan, publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Model Efek Tetap (FEM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa sektor makanan dan minuman cenderung tahan terhadap inflasi karena sifat esensial produknya. Sementara itu, Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang menyiratkan bahwa penggunaan utang yang optimal dalam struktur modal dapat meningkatkan nilai pasar perusahaan. Secara bersamaan, inflasi dan DER secara signifikan memengaruhi PBV, yang menegaskan bahwa faktor makroekonomi dan struktur modal memainkan peran penting dalam menentukan nilai perusahaan. Temuan studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam menentukan kebijakan pembiayaan optimal dan bagi investor dalam menilai potensi investasi di sektor makanan dan minuman.
Copyrights © 2026