Minyak kelapa tradisional merupakan produk pangan lokal masyarakat Mandar yang diproduksi secara turun-temurun tanpa pemanasan tinggi, sehingga berpotensi mempertahankan senyawa bioaktif alami yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan potensi aktivitas antioksidan VCO-TM dan MTMF. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) melalui pengukuran spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 517 nm untuk menentukan nilai Inhibition Concentration 50 persen (IC??). Analisis dilakukan pada seri konsentrasi 2–10 ppm dengan menggunakan asam askorbat sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTMF memiliki nilai IC?? sebesar 6,22 ppm, diikuti oleh asam askorbat sebesar 10,63 ppm dan VCO-TM sebesar 48,21 ppm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p = 0,063 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik di antara ketiga sampel. Meskipun demikian, nilai IC?? yang lebih rendah pada MTMF menunjukkan kecenderungan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi, sehingga mengindikasikan bahwa proses fermentasi tradisional Mandar berpotensi meningkatkan kandungan senyawa bioaktif pada minyak kelapa dan menghasilkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Copyrights © 2026