Perkembangan ekonomi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pekerja perempuan di sektor informal, khususnya ibu tunggal yang memiliki beban peran ganda. Di sisi lain, dominasi Generasi Z (Gen Z) sebagai demografi konsumen utama pada tahun 2026 menunjukkan pergeseran preferensi menuju produk yang mengusung nilai keberlanjutan (sustainability) dan otentisitas sosial. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) yang bertujuan untuk merumuskan landasan konseptual bagi model bisnis kewirausahaan sosial berbasis upcycling fashion. Melalui sintesis berbagai literatur dari tahun 2020 hingga 2026, kajian ini menemukan bahwa integrasi antara keterampilan menjahit ibu tunggal di Kota Bandung dengan strategi pemasaran User-Generated Content (UGC) dapat menciptakan ekosistem bisnis yang memberdayakan perempuan secara ekonomi sekaligus memenuhi tuntutan etis konsumen Gen Z.
Copyrights © 2026