Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi harga cabai merah keriting yang berdampak pada tingkat konsumsi rumahtangga berpendapatan rendah peserta Program Keluarga Harapan di Kota Pekanbaru. Cabai merah keriting merupakan salah satu sumber vitamin C yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian, sehingga perubahan harga berpotensi memengaruhi kecukupan konsumsi vitamin C rumahtangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi cabai merah keriting pada rumahtangga peserta Program Keluarga Harapan. Responden penelitian berjumlah 315 rumahtangga yang dipilih dengan metode multistage sampling menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pola konsumsi dianalisis berdasarkan karakteristik rumahtangga, jenis pekerjaan kepala, serta tingkat pendidikan ibu/kepala rumahtangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi cabai merah keriting rumahtangga peserta Program Keluarga Harapan masih belum optimal dalam memenuhi kebutuhan vitamin C harian, terutama pada rumahtangga dengan jumlah anggota yang lebih besar dan pekerjaan informal. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya stabilisasi harga cabai merah keriting serta edukasi konsumsi pangan bergizi untuk mendukung pemenuhan vitamin C pada rumahtangga berpendapatan rendah.
Copyrights © 2026