Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, memiliki lanskap warisan budaya yang kaya, meliputi Umbul Pengging sebagai situs cagar budaya tingkat provinsi, Kompleks Makam Ki Ageng Handayaningrat, seni pertunjukan Kothekan Lesung, serta narasi sejarah Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun demikian, pengembangan pariwisata di desa ini masih didominasi oleh aktivitas rekreasi berbasis air, sehingga potensi pariwisata warisan edukatif belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang atraksi pariwisata warisan edukatif melalui pendekatan kognitif-eksperiensial serta mengevaluasi kualitas pengalaman pengunjung melalui uji coba lapangan. Penelitian menggunakan desain mixed methods sekuensial, dengan diskusi kelompok terfokus bersama pemangku kepentingan lokal untuk mengoperasionalkan dimensi outsideness, serta kuesioner terstruktur kepada 40 siswa lokal untuk mengukur dimensi insideness. Uji coba pengunjung dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama menitikberatkan pada aktivitas instruksional tanpa komponen rekreasi, sedangkan tahap kedua mengintegrasikan aktivitas berenang di umbul dalam paket wisata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi insideness emosional dan embodied antara kedua tahap, dengan skor insideness keseluruhan meningkat dari 3,04 menjadi 3,54 pada skala empat poin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman warisan yang bermakna memerlukan keseimbangan antara konten edukatif dan keterlibatan rekreasi yang relevan dengan karakter tempat, disertai partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan atraksi.
Copyrights © 2026