Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan implementasi kepemimpinan humanistik kepala sekolah dalam konteks pengambilan keputusan di lembaga pendidikan. Sekolah merupakan jantung peradaban, tempat tujuan pendidikan dicapai melalui penggerakan seluruh sumber daya yang berpusat pada pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan merupakan inti dari kepemimpinan dan manajemen sekolah. Kepemimpinan humanistik berfungsi sebagai jembatan antara rasionalitas administratif dan nilai-nilai kemanusiaan, berfokus pada penghargaan martabat manusia, pengembangan potensi pengikut, dan penciptaan budaya organisasi yang suportif. Inti dari gaya kepemimpinan ini adalah menempatkan kebutuhan manusia di atas keuntungan semata, dengan keyakinan bahwa perhatian dan penghormatan terhadap kesejahteraan karyawan dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan produktivitas. Melalui pendekatan studi pustaka (library research) yang sistematis dan analisis konten, temuan menunjukkan bahwa pengintegrasian prinsip humanistik dalam tahapan pengambilan keputusan (seperti model Simon atau Mintzberg) memastikan keputusan yang dihasilkan tidak hanya logis tetapi juga etis dan mendapat dukungan moral dari komunitas sekolah. Implementasi ini tercermin dalam penggunaan Kepemimpinan Demokratis yang mendorong kolaborasi dan shared decision-making dengan melibatkan guru dan pemangku kepentingan. Kepemimpinan humanistik menuntut pemimpin untuk menjadi katalis potensi manusia, memimpin dengan empati dan integritas, serta mengambil tanggung jawab untuk kesejahteraan orang yang dipimpin.
Copyrights © 2026