Penelitian ini mengkaji dinamika psikologis tokoh utama, Raf, dalam cerpen "Singa Putih" karya Baron Yudo Negoro. Memanfaatkan pendekatan psikologi sastra, khususnya teori mekanisme pertahanan diri menurut Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis bagaimana perundungan di masa kanak-kanak mengakibatkan mati rasa emosional jangka panjang hingga fase dewasa. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) serta teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa Raf mengalami konflik batin yang mendalam dan kekosongan emosional sebagai bentuk perlindungan diri terhadap trauma masa lalu yang terkait dengan stigma terhadap keyakinan ayahnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai media yang penting untuk mendiskusikan kesehatan mental dan dampak merugikan dari perundungan dalam konteks pendidikan.
Copyrights © 2025