Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sistem penjualan gula merah di desa Beringin, sebuah desa yang dikenal memiliki potensi perkebunan kelapa dan pohon aren yang melimpah dengan tradisi produksi gula merah yang telah berlangsung secara turun-temurun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih secara purposif dari kalangan pelaku usaha gula merah setempat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sistem penjualan gula merah di desa Beringin masih bersifat tradisional, ditandai dengan masih berlangsungnya praktik barter sebagai mekanisme transaksi, penetapan harga secara lisan tanpa standar yang baku, serta proses produksi yang sepenuhnya menggunakan peralatan tradisional berbasis kearifan lokal. Harga gula merah ditetapkan pada angka Rp. 12.000 per kilogram berdasarkan kesepakatan tidak formal antarwarga. Meskipun sistem penjualan masih konvensional, masyarakat desa Beringin memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi gotong royong, kualitas produk yang unggul dan alami, serta komitmen tinggi untuk meneruskan tradisi produksi kepada generasi berikutnya sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026