Kemasan produk memiliki peran penting dalam melindungi kualitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik dan nilai jual di pasar. UMKM Cahaya Bawang Goreng di Kota Makassar masih menggunakan kemasan yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga diperlukan pengembangan desain kemasan yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kemasan produk bawang goreng menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen (voice of customer) ke dalam karakteristik teknis desain kemasan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 atribut kebutuhan konsumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan House of Quality (HOQ) untuk menentukan prioritas pengembangan desain kemasan. Hasil perancangan menghasilkan desain kemasan berbentuk standing pouch dengan material aluminium foil, dilengkapi laminasi doff, sistem penutup zipper, serta desain visual yang lebih menarik dan informatif. Desain kemasan yang dihasilkan tidak hanya mampu meningkatkan perlindungan terhadap produk bawang goreng, tetapi juga meningkatkan nilai estetika, kepraktisan penggunaan, serta daya tarik produk di pasar. Dengan demikian, metode QFD terbukti efektif dalam merancang desain kemasan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen dan mendukung peningkatan daya saing produk UMKM.
Copyrights © 2026