Pengetahuan pasangan usia subur (PUS) merupakan faktor penting dalam pemilihan metode kontrasepsi pascapersalinan, termasuk Metode Amenore Laktasi (MAL). Rendahnya pemanfaatan MAL di Indonesia sering dikaitkan dengan keterbatasan pemahaman mengenai mekanisme kerja dan syarat efektivitas metode tersebut; World Health Organization (WHO, 2025) Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan PUS dengan minat penggunaan MAL sebagai kontrasepsi pascapersalinan. Penelitian ini menggunakan metode literature review naratif dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar dan PubMed pada periode 2021–2026. Sebanyak 11 artikel penelitian original dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik berhubungan dengan sikap positif dan meningkatnya minat penggunaan MAL. Namun, sebagian besar penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan umum dan pemahaman teknis mengenai tiga syarat utama efektivitas MAL, sehingga praktik penggunaan metode ini masih rendah. Oleh karena itu, edukasi dan konseling kesehatan reproduksi yang berkelanjutan sangat diperlukan.
Copyrights © 2026