Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja system Unit Pengolahan Air Minum berbasis Reverse Osmosis (RO) yang ditinjau dari tiga kolom filtrasi, yaitu membrane silvertec, post carbon, dan bio mineral. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pengaruh variasi tekanan operasi terhadap nilai fluks dan efisiensi rejeksi zat terlarut, meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Mangan (Mn), dan Besi (Fe). Penelitian ini menggunakan tekanan operasi bertingkat, yaitu 3 bar, 4 bar, 5 bar, 6 bar, dan 7 bar sebagai variable bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan berbanding lurus dengan nilai fluks, dengan nilai tertinggi diperoleh pada membrane silvertec sebesar 21.212 L/m2.jam pada tekanan 1 bar. Namun demikian, efisiensi rejeksi terhadap TDS, Mn, dan Fe cenderung menurun seiring peningkatan tekanan, yang mengindikasikan adanya batas optimal tekanan operasi. Kolom post carbon menunjukkan efisiensi rejeksi yang rendah namun berperan dalam peningkatan kualitas air, sedangkan kolom bio mineral cenderung meningkatkan TDS, sesuai dengan fungsinya sebagai media remineralisasi. Seluruh parameter hasil akhir air olahan menunjukkan kesesuaian dengan baku mutu air minum berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Dengan demikian, sistem pengolahan air minum ini dinyatakan telah memenuhi kriteria efisiensi secara kualitas maupun kuantitas dalam menghasilkan air siap konsumsi.
Copyrights © 2026