Wilayah pesisir menghadapi ancaman serius akibat pencemaran sampah laut, terutama plastik, yang berdampak pada keberlanjutan ekosistem dan kehidupan masyarakat. Rendahnya kesadaran lingkungan sejak usia sekolah dasar menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Program Sekolah Pesisir Cilik: Laut Bukan Tempat Sampah dilaksanakan di SD Negeri 006 Gunung Kijang yang melibatkan 158 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan pesisir. Metode yang digunakan meliputi observasi dan wawancara, edukasi interaktif berbasis media visual, permainan edukatif, praktik pemilahan sampah, serta evaluasi tertulis yang dianalisis secara kuantitatif sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, ditandai dengan rata-rata nilai 76 pada kelas 1–3 dan 84,07 pada kelas 4–6, serta kemampuan praktik yang lebih baik dalam memilah sampah. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif kontekstual dan partisipatif efektif sebagai strategi penguatan kesadaran lingkungan sejak dini di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026