Anime Eighty-Six (2021) merupakan karya audiovisual yang menggambarkan konflik sosial dalam sebuah negara fiktif bernama Republik San Magnolia, yang memanfaatkan kelompok minoritas dari distrik luar yang dikenal sebagai “Eighty-Six” sebagai pasukan tempur tanpa pengakuan kemanusiaan. Representasi konflik tersebut disampaikan tidak hanya melalui dialog dan alur cerita, tetapi juga melalui berbagai simbol visual yang membangun makna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tanda-tanda visual dalam anime Eighty-Six (Season 1) yang memiliki potensi makna semiotik serta hubungannya dengan representasi fenomena sosial di dunia nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta menerapkan teori semiotika Peirce yang memandang tanda melalui relasi representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi jenis tanda berupa ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa adegan atau visual tertentu dalam anime yang mengandung unsur simbolik, seperti penggunaan angka, objek visual, komposisi adegan, dan simbol alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah tanda visual dalam anime Eighty-Six merepresentasikan berbagai isu sosial, antara lain diskriminasi berbasis identitas, dehumanisasi dalam konflik bersenjata, marginalisasi kelompok tertentu, serta kritik terhadap sistem politik otoriter. Tanda-tanda visual tersebut berfungsi tidak hanya sebagai elemen estetika naratif, tetapi juga sebagai medium simbolik yang memperkuat pesan ideologis dalam cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa anime Eighty-Six memiliki struktur visual yang kaya makna dan relevan untuk dianalisis melalui pendekatan semiotika dalam memahami hubungan antara representasi visual dalam media populer dan realitas sosial.
Copyrights © 2026