Penyalahgunaan narkotika adalah tantangan kesehatan dan sosial yang penting. pencegahan kambuh merupakan aspek utama dalam proses pemulihan. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menguji peran strategi coping (problem-focused dan emotion-focused) dan persepsi diri terhadap risiko kambuh pada 215 klien rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Menggunakan pendekatan eksplanatori, data dikumpulkan melalui skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi moderasi dengan metode bootstrapping untuk mengatasi isu non-normalitas data. Hasil penelitian menghasilkan temuan yang mengejutkan: bertentangan dengan kerangka teoretis, kedua jenis strategi coping (problem-focused dan emotion-focused) ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan risiko kambuh. Ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan strategi coping justru berkorelasi dengan kerentanan kambuh yang lebih tinggi. Demikian pula, persepsi diri ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap risiko kambuh, mengindikasikan bahwa persepsi diri yang tidak realistis atau terlalu optimis dapat menjadi faktor risiko pada populasi ini. Selanjutnya, persepsi diri tidak terbukti signifikan memoderasi hubungan antara strategi coping dengan risiko kambuh. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti bahwa strategi coping dan persepsi diri yang ada pada klien BNN kemungkinan besar bersifat maladaptif atau tidak didukung oleh keterampilan praktis, sehingga faktor-faktor yang secara teoretis berfungsi sebagai pelindung justru bertindak sebagai prediktor risiko kambuh.
Copyrights © 2026