Kurangnya penelitian mengenai pengaruh tinggi dan berat badan terhadap kecepatan renang gaya dada pada kelompok usia dini, khususnya di Kabupaten Kebumen, menjadi latar belakang penelitian ini. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tinggi dan berat badan dengan kecepatan renang gaya dada jarak 25 meter pada atlet kelompok umur 2013–2014 yang berada di beberapa klub renang di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 37 atlet, di mana data dikumpulkan melalui pengukuran fisik statis dan tes kecepatan renang. Hasil analisis statistik mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tinggi dan berat badan terhadap kecepatan renang, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini ditandai dengan koefisien korelasi yang sangat lemah (r = 0,063), nilai R Square = 0,004, serta nilai signifikansi p = 0,934 (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pada fase perkembangan atlet usia dini, karakteristik fisik bukanlah faktor penentu utama dalam capaian prestasi renang gaya dada. Secara praktis, studi ini merekomendasikan pelatih untuk lebih memprioritaskan penguasaan teknik renang yang efisien serta pengembangan komponen biomotorik pendukung lainnya dalam program pembinaan atlet muda.
Copyrights © 2026