Produktivitas ayam broiler bergantung pada kestabilan mikroklimat kandang yang presisi. Ketidakterkendalian mikroklimat sering memicu stres panas dan menurunkan efisiensi pakan, terutama di wilayah tropis. Kegiatan ini melakukan pengembangan inovasi sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT) pada kandang closed house ayam broiler. Sistem mengintegrasikan sensor suhu, kelembapan, cahaya, kebisingan, kecepatan udara, serta gas (O₂, CO₂, NH₃) dengan dashboard berbasis cloud dan pendekatan logika kendali Hysteresis–Finite State Machine (FSM). Metode deskriptif-eksploratif diterapkan selama 33 hari pemeliharaan untuk menilai kinerja sistem dan respon pengguna. Hasil menunjukkan suhu rata-rata 28,6°C, kelembapan 86,5%, kebisingan 60,4 dB, cahaya 15,4 lux, oksigen 20,4%, CO₂ 1.236 ppm, dan ammonia 0,041 ppm, semuanya dalam rentang optimal. Sistem bekerja stabil dan dapat meningkatkan kemampuan peternak dalam pengambilan keputusan berbasis data. Hasil ini terbukti efisien, adaptif terhadap iklim tropis, dan aplikatif bagi peternak menuju Smart Precision Livestock Farming (SPLF) berkelanjutan.
Copyrights © 2026