Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Sistem Smart Farming Berbasis Internet of Things (IoT) pada Kandang Closed House Ayam Broiler di Lingkungan Tropis Alvandika, Anas; Ismoyowati, Ismoyowati; Andri Setianto, Novie; Ardiansyah, Ardiansyah; Nugroho Kurniawan, Rizki; Agung Wicaksono, Galuh; Darmawan, Ivan; Fawwaz Rafif, Muhammad Sairelian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7541

Abstract

Produktivitas ayam broiler bergantung pada kestabilan mikroklimat kandang yang presisi. Ketidakterkendalian mikroklimat sering memicu stres panas dan menurunkan efisiensi pakan, terutama di wilayah tropis. Kegiatan ini melakukan pengembangan inovasi sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT) pada kandang closed house ayam broiler. Sistem mengintegrasikan sensor suhu, kelembapan, cahaya, kebisingan, kecepatan udara, serta gas (O₂, CO₂, NH₃) dengan dashboard berbasis cloud dan pendekatan logika kendali Hysteresis–Finite State Machine (FSM). Metode deskriptif-eksploratif diterapkan selama 33 hari pemeliharaan untuk menilai kinerja sistem dan respon pengguna. Hasil menunjukkan suhu rata-rata 28,6°C, kelembapan 86,5%, kebisingan 60,4 dB, cahaya 15,4 lux, oksigen 20,4%, CO₂ 1.236 ppm, dan ammonia 0,041 ppm, semuanya dalam rentang optimal. Sistem bekerja stabil dan dapat meningkatkan kemampuan peternak dalam pengambilan keputusan berbasis data. Hasil ini terbukti efisien, adaptif terhadap iklim tropis, dan aplikatif bagi peternak menuju Smart Precision Livestock Farming (SPLF) berkelanjutan.
Transformasi Teknologi Peternakan Kambing Perah dengan Penerapan Fitur Kalender Digital pada Website Gomo (Goat milk monitoring) Alvandika, Anas; Andri Setianto, Novie; Nur Wakhidati, Yusmi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.3296

Abstract

Kemajuan teknologi recording di era modern memberikan kontribusi signifikan bagi optimalisasi pemeliharaan pada sektor peternakan. Penggunaan teknologi memiliki kegunaan yang diperlukan peternak dalam menganalisis data lebih lanjut. Akan tetapi, pencatatan data ternak dengan penerapan teknologi di Indonesia masih kurang diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% peternak belum menerapkan penggunaan teknologi dalam sistem manajemen peternakan sehingga proses pencatatan data ternak tidak terdokumentasikan dengan baik. Kalender digital menjadi alat pemantauan fase kambing perah yang terfokus pada laktasi produksi susu yang berkaitan dengan periode pemeliharaan kambing perah. Metode pembuatan proyek ini meliputi penentuan dasar perumusan serta implementasi algoritma perumusan dan program. Tahapan dasar perumusan menggunakan metode analisis fase kambing perah yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tenak Ciawi Bogor pada tahun (1997) yang menunjukan sebuah data grafik laktasi serta fase pada pemeliharaan kambing perah selama 3 kali periode/2tahun. Langkah pembuatan alat ini menggunakan penentuan algoritma perumusan meliputi initiating, planning, implementation, yang dilaksanakan secara sistematis hingga mencapai finishing. Sajian data fase dan produksi susu disajikan menggunakan sistem model diagram warna dengan pengerjaan konsep yang jelas. Pembuatan wireframe menjadi langkah penting yang di gunakan dalam proses pembuatan berbagai fitur, desain UI/UX melalui Figma memastikan tampilan yang menarik dan fungsi yang optimal. Pengembangan menggunakan Vue.JS dan Bootstrap memungkinkan aplikasi responsif di berbagai perangkat. Integrasi dengan Backend menggunakan Express. Js, memastikan akses data yang akurat dan dinamis.
Systematic Literature Review (SLR) Evaluasi Kelembagaan Peternakan dengan Pendekatan Bibliometrik Menggunakan VOSviewer Berbasis PICOS dan PRISMA: Systematic Literature Review (SLR): An Institutional Evaluation of the Livestock Sector Using a Bibliometric Approach with VOSviewer Based on PICOS and PRISMA Alvandika, Anas; Wakhidati, Yusmi Nur; Sugiarto, Mochamad
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 29 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v29i1.45519

Abstract

Background: Livestock institutions play a crucial role in supporting the sustainability of the livestock sector, yet they still face challenges such as institutional fragmentation, suboptimal coordination among stakeholders, and the pressures of climate change. This study aims to evaluate the strengthening of livestock institutions and its implications for sustainability and socio-economic aspects. The approach used is a bibliometric-based Systematic Literature Review (SLR) employing the PICOS framework, analyzing 125 articles from 2020 to early 2025 sourced from reputable journals, including Google Scholar. The selection process followed the PRISMA protocol, while bibliometric analysis was conducted using VOSviewer to identify patterns of interrelationships, clusters, and research trends. The analysis results revealed three main clusters: livestock production, livestock management and business, and institutional strengthening intersecting with sustainability aspects. The dominance of the production and management clusters indicates that institutional studies remain focused on technical and economic aspects, while the integration of sustainability dimensions is not yet optimal. Research gaps are evident in the limited studies on minor livestock such as sheep, as well as the lack of strong integration of digitalization and climate change adaptation issues. The low level of involvement of local actors, such as cooperatives and community-based organizations, also poses a challenge to institutional strengthening. A review of the literature confirms that effective institutional strengthening requires an inclusive, collaborative, and evidence-based approach, involving the strengthening of local institutional capacity and cross-sectoral integration. This approach is essential for accommodating commodity diversification, enhancing the resilience of the livestock system, and promoting sustainable, adaptive, and competitive livestock development.