Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah status imunisasi yang tidak lengkap, yang dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi dan mengganggu proses pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita di Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah balita berusia 12–59 bulan yang berada di wilayah kerja puskesmas di Kota Kupang. Jumlah sampel sebanyak 96 balita yang terdiri dari 48 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 48 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, serta penelusuran data imunisasi dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR) dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,018). Nilai Odds Ratio sebesar 3,12 dengan interval kepercayaan 95% CI (1,40–6,95) menunjukkan bahwa balita dengan status imunisasi dasar tidak lengkap memiliki risiko 3,12 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang memiliki imunisasi lengkap. Kesimpulan: Kelengkapan imunisasi memiliki peran penting dalam mencegah penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap serta edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi menjadi strategi penting dalam upaya menurunkan angka stunting pada balita
Copyrights © 2025