Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal, khususnya limbah kulit buah dan sayuran yang berpotensi mencemari lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai guna menjadi permasalahan krusial yang memerlukan solusi aplikatif dan berkelanjutan. Program ini menawarkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa inovasi eco enzim sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan produksi dan pemanfaatan eco enzim hingga tingkat dusun. Mahasiswa KKN Tematik berbobot 4 SKS dilibatkan sebagai fasilitator untuk mempercepat transfer pengetahuan dan meningkatkan partisipasi warga. Hasil evaluasi kegiatan semakin menegaskan efektivitas program, dengan 90% peserta menilai proses pembuatan eco enzim sangat mudah dan 88% menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, hal ini menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik sekaligus mengindikasikan peluang keberlanjutan program di tingkat komunitas. Selain itu, terbentuk kelompok warga pengelola eco enzim yang mulai memanfaatkan produk untuk kebutuhan rumah tangga dan kebersihan lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa inovasi eco enzim efektif sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026