Permasalahan sampah masih menjadi dilema di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Kolo, Permasalahan sampah masih menjadi persoalan di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kelurahan Kolo memiliki luas wilayah sekitar 215.000 Ha km dengan jumlah penduduk 5.448 jiwa, terdiri dari 2.173 laki-laki dan 3.275 perempuan. Secara geografis, Kelurahan Kolo terletak di kawasan pesisir Teluk Bima dengan potensi kelautan, pertanian, perikanan, serta wisata. Namun demikian, pengelolaan sampah di wilayah ini masih menghadapi kendala, terutama akibat keterlambatan pengangkutan dan pemeriksaan bak sampah yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya penumpukan sampah dan menurunnya efektivitas kerja petugas kebersihan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sistem monitoring bak sampah berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan informasi kondisi bak sampah secara real-time. Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian sampah. Komponen dirangkai menggunakan breadboard dengan koneksi kabel jumper sebagai media perakitan. Data hasil pengukuran dikirim melalui jaringan internet dan dapat dipantau menggunakan aplikasi Telegram maupun Firebase Realtime Database pada smartphone. Sistem juga dilengkapi dengan fitur notifikasi otomatis yang memberikan peringatan kepada petugas apabila bak sampah telah penuh.
Copyrights © 2026