Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Sistem Informasi Promosi UMKM Berbasis Website pada DISDAGKOP UKM Kabupaten Batang Hari Mutmainnah; Sugeng Wibowo; Hariyanto
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)
Publisher : Direktorat Penelitian,Pengabdian Masyarakat dan HKI - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/jsi.v19i2.732

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki posisi krusial dalam kancah ekonomi dan memerlukan akselerasi untuk memastikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan publik. Kendala utama yang dihadapi UMKM adalah promosi produk yang masih terbatas pada pameran konvensional, sehingga membatasi jangkauan pasar. Ini menjadi tantangan utama bagi DISDAGKOP UKM Kabupaten Batang Hari. Penelitian ini berkontribusi melalui implementasi sistem promosi UMKM berbasis website. Subjek penelitian adalah Bidang UKM pada DISDAGKOP UKM dan perwakilan pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan prototipe, dengan perancangan sistem menggunakan UML. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan studi literatur, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengujian aplikasi dilakukan dengan pengujian Black Box. Hasil penelitian adalah sistem informasi promosi website yang terimplementasi, teruji fungsional, dan dinilai layak. Sistem ini memfasilitasi DISDAGKOP UKM dalam mendukung pemasaran digital dan meningkatkan efisiensi pengolahan data UMKM Kabupaten Batang Hari. Pemanfaatan teknologi informasi ini dapat mendukung pengembangan UMKM secara signifikan
Strategi Efektif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Mila Darti; Misa Dasmi; Wira Yuliyasta; Fitria Khairani; Mutmainnah; Desri Wahyuni; Destiana Putri; Nida Adillah Fauziah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3686

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi proses belajar siswa dan keberhasilan belajar siswa di sekolah. Siswa yang termotivasi dalam belajar, memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai prestasi lebih tinggi. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk dapat mengembangkan strategi yang efektif dalam proses belajar siswa guna untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini membahas pentingnya strategi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dapat membangun hubungan positif dengan siswa. Komunikasi yang baik, dapat saling percaya antara guru dan siswa maka membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar di sekolah. Pendidik yang peduli kepada siswa dan berempati terhadap kebutuhan dan minat belajar siswa dapat menciptakan lingkungan belajar lebih menyenangkan sehingga menarik motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk meneliti strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode korelasi yang akan digunakan pada SPSS dan melibatkan siswa di sekolah berbagai tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi efektif memiliki pengaruh positif pada motivasi belajar siswa, yang mana pendidik memberikan bimbingan dalam motivasi belajar yang di lakukan dengan cara pengawasan khusus pada siswa yang kurang mampu dalam mata pelajaran yang diajarkan, pemberian bimbingan dilakukan dengan tujuan untuk membuat siswa paham dan mengerti dengan pelajaran yang di berikan pendidik sehingga mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Kesimpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa meningkatkan motivasi belajar pada siswa merupakan tantangan sangat penting bagi pendidik. Dengan menerapkan strategi-strategi efektif seperti membangun hubungan positif, menciptakan pembelajaran relevan, menggunakan strategi yang kreatif, dan mendorong kolaborasi antara guru dan siswa, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi di sekolah. Melalui upaya bersama antara guru, siswa, dan pihak terkait, sehingga dapat mencapai hasil lebih baik dalam motivasi belajar dan prestasi akademik siswa.
MENIGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SELF ORGANIZED LEARNING ENVIRONMENT (SOLE) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV DI SDN 258 SINONGKO KABUPATEN LUWU TIMUR Mutmainnah
Edutech: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 No 2 Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata Pelajaran Pendidikan agama islam di kelas IV SDN 258 Sinongko Kabupaten Luwu Timur dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) pada mata Pelajaran Pendidikan agama islam di kelas IV SDN 258 Sinongko Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Alur penelitian tindakan kelas yang digunakan ialah Model Kemmis Dan Mc. Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan ialah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas belajar peserta didik, dan tes essay. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, tes, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan ialah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktivitas peserta didik, dan tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru melalui pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) pada siklus I mendapatkan persentase rata-rata 73,80% dengan kategori baik; siklus II meningkat menjadi 95,24% dengan kategori saagat baik; dan aktivitas belajar peserta didik pada siklus I mendapatkan persentase 62% dengan kategori aktif; siklus II meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat aktif. Adapun peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 65% sedangkan pada siklus II menjadi 85%. Terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan di atas 75%, keterlaksanaan aktivitas guru berada pada kategori sangat baik; dan aktivitas peserta didik berada pada kategori sangat aktif. Dengan demikian, model ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Pedagogy, Andragogy, And Heutagogy: Differences And Relevance For 21st Century Teachers: Pedagogi, Andragogi, Dan Heutagogi: Perbedaan Dan Relevansinya Bagi Guru Abad Ke-21 Mutmainnah; Cahyani, Okik Dwi; Afriani, Linda
Transformation of Islamic Management and Education Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65663/timejournal.v1i2.82

Abstract

This study was conducted with the aim of determining the differences in pedagogical, andragogical, and heutagogical learning theories. Heutagogical theory is a continuum of pedagogy and andragogy. Based on the understanding of the PAH continuum (Pedagogy-Andragogy-Heutagogy), we want to determine the relevance of the PAH learning theory to the characteristics of teachers in the 21st century. The research method used is a literature review with the aim of determining the concepts of various literatures related to the PAH continuum and the suitability or not of the learning theory with 21st century teachers. The results of this study indicate that pedagogical theory focuses on the teacher-centered learning process and is not centered on students. Andragogical theory is a learning process that emphasizes that to become active learners, they need to independently plan their learning needs and know how they obtain and feel satisfied. Heutagogical theory emphasizes that students have full autonomy in the learning process in the classroom by creating an active and enjoyable learning atmosphere for them. Learning in the 21st century demands innovation so that education should not impose limitations on learners to be able to expand their knowledge, so that for teachers the theory of andragogy is still considered relevant for 21st century learning, while heutagogy is more suitable for learning in higher education.
Growth Mindset Based Teacher Supervision Model In Education: Literature Review Hakim, Athrusy Robiul; Setyawan, Jefri Nanang; Afriani, Linda; Mutmainnah; Bafadal, Ibrahim; Ubaidillah, Aan Fardani
Transformation of Islamic Management and Education Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65663/timejournal.v2i2.109

Abstract

The growth mindset-based teacher supervision model is an innovative approach in the development of teacher professionalism that emphasizes the mindset that abilities can continue to be developed through effort, perseverance, and self-reflection. This study aims to formulate a more humanistic and strategic model of supervision by focusing on the growth of teachers as lifelong learners. Through the literature review method, this study examines relevant theories and the results of previous studies that support the concept of growth mindset in education. This model is structured in a controlling cycle framework that includes five main stages: standardization, data-driven monitoring, deviation detection, corrective action, and feedback loop. Indicators of teacher mindset growth include active participation in professional development, learning innovation, acceptance of feedback, and self-reflection skills. In addition, this model is enriched with evaluation instruments such as reflective journals, peer review, and collaborative coaching. The results of the study show that the implementation of growth mindset-based supervision is able to create a school culture that is adaptive, collaborative, and oriented towards improving the quality of education. Thus, this model is expected to be a practical and theoretical reference for school principals and education supervisors in improving the quality of teacher human resources in a sustainable manner in the midst of today's educational challenges.
Perancangan Alat Monitoring Dan Kontrol Air Serta Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things Mutmainnah; Baco, Syarifuddin; Tehuayo, Haris
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71466/jiktif.v2i2.117

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu urban metode cocok tanam tanpa menggunakan media tanah (soiless). Tujuan peneliti ini merancang Prototype alat monitoring dan kontrol Air Serta Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things (IoT) guna mempermudah petani Hidroponik dalam proses monitoring dan kontrol air serta Nutrisi tanaman Hidroponik dari jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang bertujuan menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Hasil penelitian alat ini menampilkan proses kontrol dan monitoring dari jarak jauh yang tertampil pada LCD dan aplikasi Blynk, hasil data pengukuran akan berubah secara real-time dan setelah melakukan pengujian proses kerja Alat berjalan dengan semestinya. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) meter digunakan untuk Kadar nutrisi dari air. Sensor Ultrasonic digunakan untuk mendeteksi ketinggian air. Sensor DS 18B20 digunakan untuk mendeteksi Suhu tanah. Informasi mengenai hasil pengukuran pada sensor tersebut akan ditampilkan di Layar LCD dan Aplikasi Blynk. Pompa air DC digunakan untuk mengalirkan air dari penampung air nutrisi ke pipa dan dari wadah ke penampung air ke penampung air nutrisi, serta mengalirkan air biasa ke penampung. Hasil pengujian dari Prototype menyimpulkan bahwa proses pemberian nutrisi secara otomatis ketika kadar nutrisi <800 ppm pompa On dan >=1400 ppm pompa Off, serta ketinggian air <8 cm pompa On dan >12 cm pompa Off
STUDENTS’ PERCEPTION OF ENGLISH LANGUAGE LEARNING THROUGH TIKTOK SOCIAL MEDIA Mutmainnah; Jusriati; Nasriandi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38887

Abstract

This study was conducted to explore students’ perceptions of using TikTok as a medium for learning English. As the use of social media in education continues to grow, TikTok has become one of the platforms frequently utilized by students to access learning materials that are engaging, interactive, and easy to understand. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews with five English Language Education students at Muhammadiyah University of Palopo who actively use TikTok for learning. The findings reveal that students respond positively to TikTok as a learning tool. They perceive features such as Duet, Stitch, subtitles, and trend-based videos as helpful in improving vocabulary, pronunciation, listening skills, and speaking confidence. TikTok is also considered capable of boosting learning motivation due to its appealing content, easy accessibility, and alignment with the learning preferences of young users. Nevertheless, students still encounter several challenges, including inaccurate information, distractions from non-educational content, limited interaction, and short video duration that often lacks in-depth explanations. Despite these limitations, TikTok is viewed as an effective supplementary medium when used selectively and combined with formal instruction. Overall, the study concludes that TikTok holds strong potential as a creative and flexible additional learning tool that can enhance students’ English language proficiency.
PERAN KEBIJAKAN DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENUJU SUNGAI BERKELANJUTAN DIKOTA BANJARMASIN Anjani; Norhalidah; Panggih Prabowo Rona Saputra; Mutmainnah; Sidderatul Akbar
Jurnal PubBis Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v10i1.1474

Abstract

Rivers are vital assets of Banjarmasin City, currently facing environmental degradation due to urbanization and low community understanding. This study aims to analyze the role of policy and digital technology in achieving sustainable river management in Banjarmasin. The research method employed is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, documentation, and interviews with key informants, including the Banjarmasin City Public Works and Spatial Planning Department (PUPR), riverbank communities, and related organizations. The data analysis technique applied is thematic analysis. The results show that although Regional Regulation No. 15 of 2016 provides a strong legal foundation, low community literacy regarding river regulations remains a major obstacle to policy implementation. Optimizing digital technology through social media and monitoring systems serves as a strategic solution to enhance education, information transparency, and collective participation in maintaining the river ecosystem. This study concludes that river sustainability in Banjarmasin heavily depends on the synergy between firm government policies and the utilization of digital instruments to build community engagement as active subjects in management. The practical implication of this research emphasizes the importance of digital education to increase policy effectiveness, while theoretically, it strengthens the argument that digital governance is a vital instrument in managing Common Pool Resources in urban environments
Desain dan Implementasi Smart Trash Bin dengan Notifikasi Real-Time Berbasis ESP32 suryani, DIcky aldi; Mutmainnah; M. Sadly Nur; Yohanis Kandi
Scientific: Journal of Computer Science and Informatics Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/scientific.v3i1.443

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi dilema di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Kolo, Permasalahan sampah masih menjadi persoalan di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kelurahan Kolo memiliki luas wilayah sekitar 215.000 Ha km dengan jumlah penduduk 5.448 jiwa, terdiri dari 2.173 laki-laki dan 3.275 perempuan. Secara geografis, Kelurahan Kolo terletak di kawasan pesisir Teluk Bima dengan potensi kelautan, pertanian, perikanan, serta wisata. Namun demikian, pengelolaan sampah di wilayah ini masih menghadapi kendala, terutama akibat keterlambatan pengangkutan dan pemeriksaan bak sampah yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya penumpukan sampah dan menurunnya efektivitas kerja petugas kebersihan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sistem monitoring bak sampah berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan informasi kondisi bak sampah secara real-time. Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian sampah. Komponen dirangkai menggunakan breadboard dengan koneksi kabel jumper sebagai media perakitan. Data hasil pengukuran dikirim melalui jaringan internet dan dapat dipantau menggunakan aplikasi Telegram maupun Firebase Realtime Database pada smartphone. Sistem juga dilengkapi dengan fitur notifikasi otomatis yang memberikan peringatan kepada petugas apabila bak sampah telah penuh.
Willingness to Adopt Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit di Kabupaten Wajo Qinayah, Mirnatul; Sirajuddin, Sitti Nurani; Mutmainnah; Sri Wira Utami; April; Muh. Faisal Rahmat
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 11 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v11i2.64700

Abstract

The cattle-oil palm integration system (SISKA) is an alternative livestock business development that utilizes the synergy between oil palm plantations and beef cattle. However, the implementation of this system at the farmer level is still limited. This study aims to analyze farmers' willingness to adopt the cattle-oil palm integration system and the factors that influence it in Keera District, Wajo Regency, South Sulawesi. The study was conducted in May–July 2025 using a survey method on 80 farmers selected purposively based on the Events per Variable (EPV) guidelines. Data analysis used binary logistic regression with independent variables including farmer characteristics, access to information, perceived benefits, group membership, extension intensity, and capital support. The results showed that perceived benefits and capital support significantly influenced farmers' willingness to adopt SISKA, while the variables of age, land area, farming experience, access to information, group membership, and extension intensity did not. Scientifically, these findings confirm that the adoption of innovations among smallholder plantation farmers is more influenced by perceived economic benefits and access to resources than by sociodemographic factors or formal institutions. Policy implications indicate the need for a SISKA development strategy that focuses on demonstrating tangible benefits and providing accessible financing schemes to reduce initial investment barriers for smallholder farmers, as well as developing extension strategies that are more tailored to the conditions of farmers in the study area.