Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya konflik ekonomi dalam keluarga yang berpotensi memengaruhi keharmonisan hubungan serta pola komunikasi antaranggota keluarga. Ketidakstabilan pendapatan, meningkatnya kebutuhan rumah tangga, dan tekanan finansial sering memicu kesalahpahaman serta ketegangan dalam komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang digunakan keluarga dalam menghadapi konflik ekonomi serta mengetahui faktor penghambat yang memengaruhi proses komunikasi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan pasangan suami-istri yang mengalami konflik ekonomi dalam kehidupan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang muncul cenderung mengarah pada pola komunikasi konsensual dan pluralistik, di mana pasangan berusaha berdiskusi, bermusyawarah, dan mencari solusi bersama. Namun, proses komunikasi tidak selalu berjalan efektif karena adanya faktor penghambat, seperti minimnya waktu untuk berkomunikasi, kondisi emosi yang tidak stabil, tekanan ekonomi akibat ketidakstabilan penghasilan, perbedaan cara pandang, dan gaya komunikasi pasangan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi terbuka dan saling memahami menjadi kunci dalam meredakan konflik ekonomi, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh kemampuan pasangan dalam mengendalikan emosi dan membangun kepercayaan satu sama lain.
Copyrights © 2026