Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan nelayan di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan melalui aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan regulasi. Kawasan ini memiliki potensi perikanan yang kuat dengan ekosistem pesisir yang baik, meliputi hutan mangrove 215 ha dan padang lamun 42 ha sebagai habitat ikan bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas nelayan mencapai 2,8 ton per bulan per kelompok, namun nelayan masih terkendala akses permodalan, fluktuasi harga ikan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelabuhan. Pemerintah daerah telah menyediakan tiga tempat pelelangan ikan dan satu balai pelatihan, tetapi pemanfaatannya rendah. Analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan model valid (selisih < 1; Stress < 0,15; R² > 94%). Dimensi kelembagaan paling kuat (93,5), diikuti ekonomi (71,0), sosial (61,5), dan regulasi (42,5). Bentuk diagram layang-layang menunjukkan ketimpangan antar dimensi dengan kelembagaan yang menonjol sementara regulasi masih lemah. Secara keseluruhan, pemberdayaan nelayan di Desa Serdang sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dan peningkatan efektivitas implementasi kebijakan daerah. Leverage rata-rata menunjukkan kelembagaan (7,86%) dan regulasi (7,20%) sebagai faktor utama peran keberlanjutan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sarana, dan pendampingan berkelanjutan untuk pembangunan pesisir inklusif
Copyrights © 2025