Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator kunci keberhasilan pembangunan suatu negara. Penelitian ini dilakukan karena tingginya Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Kemiskinan yang terus-menerus menjadi hambatan struktural dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Transparency International (TI), yang dianalisis melalui regresi linier berganda dengan Eviews-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial Indeks Persepsi Korupsi (IPK) berpengaruh negatif dan tidak signifikan, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan, dan kemiskinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menekankan urgensi peningkatan integritas, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kesejahteraan sebagai fondasi stabilitas ekonomi. Dari perspektif ekonomi islam, Indeks Persepsi Korupsi (IPK), tingkat pengangguran terbuka, dan kemiskinan bertentangan dengan prinsip-prinsip amanah, keadilan, dan falah (kesejahteraan dunia dan akhirat) serta pemerataan diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026