Taufiqur Rahman
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Tingkat Pengangguran Terbuka dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia menurut Perspektif Ekonomi Islam pada Tahun 2015-2024 Ani Fatimah; Wahyu Iryana; Taufiqur Rahman
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBI) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAMMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jebi.v6i1.4901

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator kunci keberhasilan pembangunan suatu negara. Penelitian ini dilakukan karena tingginya Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Kemiskinan yang terus-menerus menjadi hambatan struktural dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Transparency International (TI), yang dianalisis melalui regresi linier berganda dengan Eviews-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial Indeks Persepsi Korupsi (IPK) berpengaruh negatif dan tidak signifikan, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan, dan kemiskinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menekankan urgensi peningkatan integritas, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kesejahteraan sebagai fondasi stabilitas ekonomi. Dari perspektif ekonomi islam, Indeks Persepsi Korupsi (IPK), tingkat pengangguran terbuka, dan kemiskinan bertentangan dengan prinsip-prinsip amanah, keadilan, dan falah (kesejahteraan dunia dan akhirat) serta pemerataan diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
The Influence Of Trade Wars And Protectionist Policies On The Level Of Compliance Of OIC Countries With Internasional Trade Law From An Islamic Economic Perspective 2015-2024 Radita Safitri; Asriani; Taufiqur Rahman
Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Vol. 4 No. 1 (2026): JCAIP
Publisher : Nuban Jagadhita Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/jcaip.v4i1.580

Abstract

Purpose: This study aims to examine the impact of trade wars and protectionist policies on the compliance of OIC countries with international trade law from an Islamic economic perspective during the period 2015–2024, specifically focusing on Indonesia, Malaysia, Turkey, and Saudi Arabia as sample countries. Methodology: This study uses a quantitative method by utilizing panel data analysis derived from secondary data sourced from the World Bank, WTO, and IMF. This analysis uses panel data regression and individual and joint hypothesis testing to explain the impact of independent variables on compliance with international trade law. Findings: The results show that trade wars and protectionist measures do not substantially affect the level of compliance of OIC countries. The low coefficient of determination indicates that the model's ability to explain changes in compliance is still limited. In an Islamic economic perspective, international trade compliance is shaped by the principles of respecting agreements (wafa bi al-ahd), justice (al-adl), and public benefit (al-mashlahah al-amanah) in trade relations between countries in a sustainable and consistent manner. This research is expected to be a consideration for OIC countries in formulating international trade policies that are more stable, fair, and in line with Islamic economic principles amidst the dynamics of global trade.