Salmonella typhi merupakan penyebab utama demam tifoid yang sering memerlukan pengobatan antibiotik, namun masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi tantangan besar dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari tiga jenis minyak zaitun: Extra Virgin Olive Oil (EVOO), Extra Light Olive Oil (ELOO), dan Olive Pomace Oil (OPO) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode yang digunakan adalah uji difusi cakram selama tiga hari di Laboratorium UP3M Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak zaitun menunjukkan zona hambat terbatas antara 7,0 mm hingga 9,0 mm, yang semuanya dinilai “Resisten”, mengindikasikan efektivitasnya yang terbatas. Meskipun EVOO memiliki zona hambat rata-rata tertinggi (8,37 mm), tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga jenis minyak zaitun maupun dengan Ciprofloxacin (kontrol positif) yang menunjukkan zona hambat sebesar 33 mm. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan terapi alternatif berbasis alami untuk mengatasi infeksi bakteri seperti Salmonella typhi, namun juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi penuh minyak zaitun dan cara untuk meningkatkan efektivitasnya, termasuk modifikasi kimia atau pengolahan lebih lanjut.
Copyrights © 2026