Chatbot berbasis kecerdasan buatan semakin banyak dimanfaatkan sebagai pendukung layanan kesehatan mental karena kemudahan akses, anonimitas, dan kemampuan adaptifnya. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengkaji secara sistematis tren penelitian, bentuk pemanfaatan, efektivitas, serta tantangan penggunaan Chatbot da-lam konteks kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah liter-ature review terhadap 102 artikel yang diterbitkan pada periode 2017 2025 dengan pendekatan Grounded Theory. Analisis dilakukan me-lalui proses open coding, axial coding, dan Selective coding untuk mengidentifikasi pola tematik utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian didominasi oleh task-oriented dan hybrid Chatbot yang digunakan pada domain dukungan emosional, terapi digital, edukasi kesehatan mental, dan deteksi dini gangguan mental. Seba-gian besar studi melaporkan penurunan gejala kecemasan, depresi, dan stres, serta peningkatan pengalaman pengguna melalui desain percakapan yang empatik dan responsif. Namun, tantangan masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan pemahaman emosional mendalam, isu privasi dan keamanan data, bias bahasa dan bu-daya, serta potensi ketergantungan pengguna. Temuan ini menegas-kan bahwa Chatbot berpotensi menjadi pelengkap layanan kesehatan mental, namun memerlukan pengembangan yang ber-fokus pada aspek etika, keamanan, dan kualitas interaksi.
Copyrights © 2026