Peradangan dan nyeri merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan sering kali ditangani dengan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya melalui tanaman obat. Suku Samin di Jawa Timur dikenal masih mempertahankan tradisi pengobatan menggunakan tanaman herbal. Studi ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan tumbuhan etnofarmakologis oleh masyarakat Samin sebagai agen antiinflamasi dan analgesik berdasarkan data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) 2015. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis data sekunder, validasi ilmiah aktivitas farmakologis melalui telaah pustaka dari artikel ilmiah terindeks, serta validasi taksonomi melalui World Flora Online (WFO). Hasil studi menunjukkan terdapat tujuh spesies tumbuhan dari tujuh famili berbeda yang digunakan oleh masyarakat Samin untuk mengatasi peradangan dan nyeri, seperti Anredera cordifolia, Blumea balsamifera, Datura metel, Muntingia calabura, dan Sonchus arvensis. Lima dari tujuh spesies telah terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgesik melalui mekanisme penghambatan enzim siklooksigenase (COX), lipooksigenase (LOX), dan xantin oksidase, serta penurunan sitokin proinflamasi.
Copyrights © 2025