Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Padang Muda di Padukuhan Druwo, Bangunharjo, Sewon, Bantul menghadapi tiga permasalahan utama: pengelolaan sampah kering yang belum optimal, kebutuhan inovasi dalam budidaya ikan nila, dan rendahnya kemandirian organisasi pemuda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengintegrasikan kegiatan budidaya ikan dengan pengelolaan bank sampah kering untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah partisipatif dengan langkah-langkah: pengamatan awal, pelatihan manajemen budidaya ikan dan bank sampah, pembangunan kolam berdekatan dengan lokasi bank sampah, serta pendampingan dan monitoring berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi ikan melalui penambahan kolam dan pemeliharaan bibit unggul, peningkatan volume sampah kering yang dikelola setiap bulan, dan keterlibatan anggota pemuda yang naik lebih dari 50% dibanding sebelum program. Dampak nyata meliputi terciptanya sumber pendanaan alternatif dari hasil penjualan sampah untuk biaya pakan dan perawatan kolam, meningkatnya kesadaran warga dalam memilah sampah, lingkungan yang lebih bersih, serta penguatan kelembagaan pemuda melalui pemanfaatan lokasi integrasi sebagai sekretariat. Model ini terbukti efektif menggabungkan aspek ekonomi, ekologi, dan pemberdayaan sosial dalam satu program berkelanjutan.
Copyrights © 2026