Bullying merupakan perilaku agresif yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan sosial peserta didik, termasuk di lingkungan pesantren. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Pesantren Rumah Tahfidz Nurul Yaqin Karampa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, untuk meningkatkan pemahaman santri MTs tentang bentuk, dampak, dan pencegahan bullying. Kegiatan melibatkan 29 santri dengan metode sosialisasi interaktif, penggunaan komik edukatif, diskusi kasus, dan refleksi diri berbasis lembar kerja. Hasil menunjukkan 34% santri pernah menjadi korban bullying, 62% pernah menyaksikan, sedangkan lainnya belum mengalami langsung namun mengetahui praktik tersebut. Bentuk dominan ialah bullying verbal berupa ejekan dan julukan negatif, diikuti fisik ringan serta pengucilan sosial. Kegiatan berdampak pada meningkatnya kesadaran bahwa ejekan termasuk bullying, tumbuhnya empati terhadap korban, dan munculnya komitmen pribadi menolak perilaku tersebut. Temuan menegaskan bahwa pendekatan visual-reflektif partisipatif efektif menumbuhkan pemahaman dan sikap preventif santri terhadap bullying.
Copyrights © 2026