Luka terbuka rentan terinfeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penggunan antibiotik secara berlebihan untuk mengobati infeksi dapat menyebabkan resistensi dan menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif obat herbal seperti daun pulutan (Urena lobata) yang kaya flavonoid, tanin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan menguji kandungan fitokimia daun pulutan (Urena lobata) dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dibagi menjadi kontrol negatife DMSO 10% (K-), kontrol positif kloramfenikol (K+), serta ekstrak daun pulutan (EDP) 5%, 10%, dan 15%. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, sedangkan ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%. Hasil penelitian skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, tanin, dan terpenoid pada ekstrak daun pulutan. Zona hambat antibakteri diperoleh pada EDP 5% ( 3,11 + 0,02 mm; kategori lemah), EDP 10% (7,57 + 0,72) dan EDP 15% (8,46 + 0,50 mm) termasuk kategori sedang. Maka dapat di simpulkan bahwa ekstrak daun Urena lobata berpotensi sebagai sumber senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Copyrights © 2026