Transformasi sosial di era Society 5.0 menuntut integrasi nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan kolaborasi lintas agama untuk membangun masyarakat inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh interfaith collaboration, cultural intelligence, dan local wisdom leadership terhadap harmonisasi sosial di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peneliti memilih lokasi ini karena belum banyak penelitian yang dilakukan di lokasi ini dalam kaitan dengan ketiga variabel di atas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert dari 200 responden (purposive sampling) di empat wilayah NTT (Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang) lalu dianalisis dengan regresi linier berganda pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interfaith collaboration, cultural intelligence, dan local wisdom leadership masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap harmonisasi sosial (secara parsial dan simultan). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,560 mengindikasikan ketiga variabel menjelaskan 56,0% variasi harmonisasi sosial; kontribusi relatif tertinggi diberikan oleh interfaith collaboration (Beta = 0,307), diikuti cultural intelligence (Beta = 0,293), dan local wisdom leadership (Beta = 0,245). Temuan ini mendukung strategi penguatan kolaborasi lintas iman, peningkatan kecerdasan budaya, dan pemberdayaan kepemimpinan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat harmonisasi sosial masyarakat multikultural NTT di tengah dinamika Society 5.0
Copyrights © 2025