Bernadeta Sri Jumilah
Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model-Model Penerimaan Orang Tua dari Penyandang Disabilitas di Kota Malang Sri Wahyuni; Bernadetha Sri Jumilah; Yovita Kurnia Mariani; Maria Nesta Sabambam
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v8i2.51884

Abstract

Memiliki anak yang sehat dan normal adalah dambaan setiap orang tua. Tetapi bagaimana jika anak yang hadir justru mengalami disabilitas. Tentu bukan perkara mudah untuk bisa menerima begitu saja. Ada tahap-tahap yang akan dilalui oleh orang tua seperti teori yang ditulis oleh Elisabeth Kübler-Ross dalam bukunya “On Death and Dying” yang berisi tentang lima tahap penerimaan seseorang yang mengalami sebuah tragedi yaitu menyangkal, marah, depresi, tawar menawar dan menerima. Penerimaan orang tua terhadap anak-anaknya yang menyandang disabilitas sangatlah diperlukan, karena penerimaan secara total akan mendukung perkembangan anak menuju keadaan yang lebih baik untuk anak-anak yang mengalami disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tahap-tahap penerimaan yang dialami oleh orang tua berdasarkan teori Elisabeth Kübler-Ross. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Triangulasi dengan melakukan wawancara kepada empat ketua paguyuban. Penentuan informan atau sumber data dilakukan dengan teknik purposive sampling Hasil yang diperoleh; Jika memgacu pada lima tahap menurut Elisabeth Kübler-Ross orang tua hanya melalui empat tahap itupun bervariasi yaitu menyangkal, depresi, marah dan menerima, tidak ada yang melalui tahap tawar menawar. Adapun tahap yang muncul adalah terkejut, sedih, bingung, bersalah dan kasihan.
Transformasi Sosial Era Society 5.0: Analisis Pengaruh Interfaith Collaboration, Cultural Intelligence, dan Local Wisdom Leadership Terhadap Harmonisasi Sosial Masyarakat NTT Antonius Ignasius Nggino Tukan; Bernadeta Sri Jumilah
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.2429

Abstract

Transformasi sosial di era Society 5.0 menuntut integrasi nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan kolaborasi lintas agama untuk membangun masyarakat inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh interfaith collaboration, cultural intelligence, dan local wisdom leadership terhadap harmonisasi sosial di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peneliti memilih lokasi ini karena belum banyak penelitian yang dilakukan di lokasi ini dalam kaitan dengan ketiga variabel di atas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert dari 200 responden (purposive sampling) di empat wilayah NTT (Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang) lalu dianalisis dengan regresi linier berganda pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interfaith collaboration, cultural intelligence, dan local wisdom leadership masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap harmonisasi sosial (secara parsial dan simultan). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,560 mengindikasikan ketiga variabel menjelaskan 56,0% variasi harmonisasi sosial; kontribusi relatif tertinggi diberikan oleh interfaith collaboration (Beta = 0,307), diikuti cultural intelligence (Beta = 0,293), dan local wisdom leadership (Beta = 0,245). Temuan ini mendukung strategi penguatan kolaborasi lintas iman, peningkatan kecerdasan budaya, dan pemberdayaan kepemimpinan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat harmonisasi sosial masyarakat multikultural NTT di tengah dinamika Society 5.0