Penguatan karakter kewirausahaan dan kesadaran lingkungan sejak usia dini menjadi penting dalam menghadapi tantangan sosial dan ekologis di masyarakat. Namun, kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan nonformal umumnya masih berfokus pada aspek akademik dan belum banyak mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter kewirausahaan anak melalui aktivitas pengelolaan kerajinan ramah lingkungan di Bimbingan Belajar Golden Kids Kota Metro. Metode yang digunakan adalah pendekatan Project-Based Learning yang dikombinasikan dengan pelatihan kreatif dan pendampingan partisipatif kepada 20 anak usia 9–13 tahun. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan edukasi nilai kewirausahaan, pelatihan pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang, serta pendampingan proyek kreatif secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan dari bahan bekas serta menunjukkan peningkatan kreativitas, kerja sama, kemandirian, dan tanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran ekologis peserta terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga. Program ini memberikan manfaat praktis bagi mitra melalui pengembangan model pembelajaran kreatif berbasis lingkungan sekaligus menjadi contoh implementasi pendidikan karakter dan kewirausahaan dalam pendidikan nonformal. Strengthening entrepreneurial character and environmental awareness from an early age is essential in addressing current social and ecological challenges. However, learning activities in nonformal education institutions often focus mainly on academic assistance and rarely integrate experiential entrepreneurship education. This community service program aimed to strengthen children's entrepreneurial character through environmentally friendly craft management activities at Golden Kids Learning Center in Metro City. The program employed a Project-Based Learning approach combined with creative training and participatory mentoring involving 20 children aged 9–13 years. The activities were implemented through stages of entrepreneurship value education, training in crafting products from recycled materials, and group-based creative project mentoring. The results showed that participants were able to produce various craft products from reused materials while demonstrating improvements in creativity, collaboration, independence, and responsibility. The program also enhanced children's ecological awareness regarding household waste utilization. Practically, the activity contributed to the partner institution by introducing an environmental-based creative learning model while simultaneously providing an example of implementing character and entrepreneurship education within nonformal learning environments.
Copyrights © 2026