Pneumonia menjadi masalah kesehatan yang serius pada kelompok usia lanjut karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian di rumah sakit. Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan akibat penurunan fungsi sistem imun, berkurangnya elastisitas paru, serta adanya penyakit penyerta. Kondisi ini membuat respon tubuh terhadap infeksi menjadi lebih lemah. Kasus pneumonia akibat bakteri Gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli semakin sering ditemukan dan memiliki tingkat resistensi antibiotik yang tinggi sehingga menyulitkan penatalaksanaan klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia lanjut dengan kejadian pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan memanfaatkan data sekunder rekam medis pasien pneumonia periode Januari 2023 hingga Mei 2024. Sebanyak 74 pasien memenuhi kriteria dan dibagi menjadi kelompok dewasa muda usia 19 sampai 59 tahun serta kelompok lanjut usia usia 60 tahun ke atas. Hasil analisis menunjukkan proporsi pneumonia Gram negatif jauh lebih tinggi pada kelompok lansia dibandingkan dewasa muda dengan Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik p = 0.000 (p <0.05) dengan nilai odds ratio yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa usia lanjut merupakan faktor risiko penting terhadap pneumonia Gram negatif dan menegaskan perlunya pencegahan infeksi serta penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien lansia di rumah sakit.
Copyrights © 2026