Kemandirian anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi, serta kesiapan anak dalam menghadapi tahap perkembangan berikutnya. Kemandirian merupakan aspek fundamental dalam perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui strategi yang tepat, salah satunya melalui pemberian reward. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberian reward oleh pendidik dan respons anak terhadap kemandirian di PAUD Garuda, Kota Serang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi pada anak didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas anak (84,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Reward verbal (pujian) dan simbolik (stiker) terbukti efektif meningkatkan kemandirian fisik dan kepercayaan diri anak. Namun, pada aspek pengelolaan emosi, ketergantungan pada reward eksternal masih terlihat. Pendidik mempersepsikan reward sebagai instrumen pedagogis yang harus diberikan secara kondisional untuk menghindari ketergantungan materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reward yang diberikan secara proporsional dan konsisten menjadi penguat eksternal yang efektif dalam membentuk kebiasaan mandiri pada anak usian dini.
Copyrights © 2025