Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya dalam mendorong daur ulang dan pemanfaatan sampah rumah tangga, masih menjadi tantangan bagi banyak komunitas bank sampah. Bank Sampah BUGERS (BS BUGERS) di Kelurahan Pacarkeling, Surabaya, memiliki potensi yang cukup besar namun belum optimal memanfaatkan media digital dan minimnya keterampilan dalam mengolah minyak jelantah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 31 UPN “Veteran” Jawa Timur melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat identitas digital masyarakat dan meningkatkan keterampilan mengolah sampah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pendidikan, pelatihan, advokasi, dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini mencakup dua luaran utama, yaitu pembuatan media digital (website, Instagram, dan LYNK.ID) lengkap dengan pelatihan pengelolaan dan pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah. Para pengurus sudah mampu mengelola Instagram dan LYNK.ID namun masih memerlukan pendampingan dalam pengelolaan website. Selain itu, kegiatan pelatihan lilin ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah minyak jelantah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi dan inovasi dalam produk daur ulang dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Copyrights © 2026