Transformasi kekuasaan politik di Nusantara dari sistem tradisional ke modernitas penting dikaji untuk memahami karakteristik unik diplomasi Indonesia. Penelitian ini menguji hipotesis bahwa perubahan sistem politik menciptakan sintesis antara nilai tradisional dan prinsip modern dalam praktik diplomasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perbandingan sejarah, data primer diperoleh dari dokumen sejarah dan arsip diplomasi, sedangkan data sekunder dari literatur akademis. Hasil menunjukkan sistem kekuasaan tradisional berdasarkan legitimasi kosmologis dengan diplomasi simbolis melalui pernikahan dinasti dan pertukaran hadiah. Kolonialisme Eropa mengubah diplomasi menjadi kontraktual berdasarkan hukum. Pasca-kemerdekaan, Indonesia mengembangkan diplomasi Bebas Aktif yang memadukan nilai tradisional seperti musyawarah dengan prinsip kedaulatan modern. Temuan ini penting untuk memahami keunikan diplomasi Indonesia yang berbeda dari praktik diplomasi Barat, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan geopolitik kontemporer di tingkat regional dan global.
Copyrights © 2026