Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat literasi digital sebagai fondasi pendidikan berkelanjutan, khususnya di sekolah keagamaan seperti SMTK Kristo Manado yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, variasi kemampuan digital siswa, serta tuntutan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran digital serta menilai peran literasi digital sebagai pilar pengembangan pendidikan jangka panjang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi dan familiaritas dasar yang baik terhadap perangkat digital, tetapi keterbatasan akses internet, minimnya perangkat sekolah, dan ketidakseimbangan kemampuan teknis masih menghambat efektivitas pembelajaran digital. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan literasi digital membutuhkan dukungan infrastruktur, kompetensi guru, dan kebijakan sekolah yang lebih terarah.
Copyrights © 2026