Peningkatan penggunaan smartphone di kalangan remaja dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan perhatian terhadap kemungkinan dampaknya pada kesehatan mental. Intensitas penggunaan perangkat digital yang tinggi dapat memengaruhi pola tidur, tingkat konsentrasi, serta kondisi emosional remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola risiko gangguan kesehatan mental pada remaja berdasarkan karakteristik penggunaan smartphone dan indikator psikologis yang muncul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis data dengan teknik clustering menggunakan algoritma K-means. Data diperoleh melalui pengukuran indikator kesehatan mental menggunakan instrumen kuesioner serta informasi terkait durasi dan kebiasaan penggunaan smartphone pada remaja. Selanjutnya data dianalisis untuk mengelompokkan responden ke dalam beberapa klaster berdasarkan tingkat kemiripan karakteristik yang dimiliki. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode K-means mampu mengelompokkan remaja ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi terhadap potensi gangguan kesehatan mental. Pengelompokan ini memberikan gambaran pola hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan kondisi psikologis remaja. Dengan demikian, pendekatan berbasis analisis data dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk deteksi dini dan penyusunan program edukasi kesehatan mental yang lebih tepat sasaran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Copyrights © 2026